Ahad, 29 Januari 2012

Cinta Nabi


Waktu di Jabal Rahmah,
Kutatap lembah kutatap wajah,
Antara tugu dan kerikil batu,
Para hujaj memutih dalam ihram,
Datang lagi cinta nabi,
Airmata akhirnya mengalir,
Mahabbah sesama ummah,
"Umatku umpama buih di akhir zaman,'
Disepuh bayu lalu,
Menyerpih tak bersatu!"

Ada lembah ada wajah,
Purnama terbelah dua, mukjizat nyata,
Buktikan badai pakaianmu
Meringgis nafsu.

Serigala meraung di gunung,
Pesona akumu dipasung,
Laut tak berpantai,
Wangkang menggerai di tanjung,
Tak kunjung sampai
Ke Semenanjung.

Ada lembah, hati, rasa,
Waham, wasangka, Lembah Insani,
Firasat dan takwa menyatu,
Ada wajah menantang wajah.

Puput angin gurun,
Tergeletar nafiri luka,
Musafir membebat hayat,
Dan kasih nabi,
Ada waktunya badai,
Mengenal damai, insan
Bangkit dari kekalahannya.

Merawat riwayat
Embun dinihari,
Kuhimpun butir-butirmu,
Untuk membasuh luka sukmaku.

Seyakin angin menghampar sayap,
Selepas kembara senyap,
Malankoli telah pergi,
Dalam zikir di kelikir hati,
Setiamu tumbuh, mengukuh peri,
Lambai menggapai.

Ada wajah,
Di lembah dalam metafora putih,
Magis cinta nabi
Tak pernah mati-mati!

Sumber : Kemala, KL
Ku Damba Cintamu Ya Rasulullah.


Tiada ulasan: